Rekayasa Malam

Untukmu yang masih selalu kurahasiakan pada mata dunia.Namun tidak denganmu yang perna kukabari dalam seruas kata.Aku tak perna mempedulikan kata hatimu yang akan mengata tidak,namun sesungguhnya aku harus katakan itu.

Bukannya kita perlu jujur dengan kata hati yang selalu menggebuh seperti mata hati pencinta senja.Tak kalah eloknya dengan hati yang dingin sehabis diguyuri hujan setelah sekian lama meranggas kemarau.Semua itu tak selalu sehati pada rindu yang sulit tuk dibumbui racikan penenang.

Rindu hanya ingin dimadui kata setia dan ungkapan jumpah saat malam merenggut senja.Di sana ada rembulan sabit pemanah hati yang sedang ambigu.Hati yang ingin mengajakmu pergi ke tempat nan indah yaitu hamparan remang-remang malam minggu.

Akan kuceritakan tentang semua rasa yang perna kubuang namun kupungut kembali.Tentang rindu yang selalu tutupi dengan kata penenang yang tak manjur.Tentang persahabat cinta yang tak akan kutepati karena aku mencintaimu lebih dari sekedar bercerita pada kata satu gubuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s