Alasan Indonesia Tidak Maju

Kita masih dalam lempengan luka yang terus memerah merekah.Kita masih terhalang oleh duka dan kegalauan.Belum bisa menerima keadaan dan juga belum bisa berdamai dengan masa lalu.Kita kekurangan mental dan pola pikir,cenderung menyerah dan tidak inovatif.

Sebenarnya kita belum move on dan pulih dari luka yang sekian ratus dijajah.Kita dirampas dari sumber daya alam,dan sumber daya manusia menjadi terganggu.Kita dibelenggu oleh sikap santai dan pemikiran yang membuat kita enggan berjuang dan terlihat lemah.Kita mengklaim diri sebagai yang dijajah tanpa harus berpikir sportivitas bahwa kita saling menjajah atau berperang.Semuanya ini membuat kita semakin terpuruk dan kemudian tidak bergerak maju.

Selalu berpikir tanpa harus mencari solusi untuk memberantas masalah.Kapan kita sadar dengan polemik yang terjadi,kita tidak bisa terlelap dalam pikiran lemah.Kita sudah menjadi yang luar biasa,kita bukanlah menang karena dikasihani,berjuang dengan keringat dan darah.Atau karena kita masih seumur pohon jagung dibandingkan dengan usia penjajahan,lalu kita menganggap diri menyerah dan kalah.Berpikirlah untuk keluar dari zona keterbelengguan.

Advertisements

Mereka Berteriak

Kami ditelan oleh waktu yang seolah bergulir indah bagaikan bola salju.Kita terus berbicara tentang kedisiplinan dan kemudian menghakimi orang lain,namun kita lupa dedikasinya kita.Kita seolah hanya mau menutupi bangkainya kita dengan meterai bergengsi.Kemanakah kalian selama ini,berdiri di jalan raya meraung dengan palsu.Kita belum bisa merubah dunia,sedangkan diri masih merayap bak bekicot.Belum rampung diri ini,sedangkan kita berambisi merubah dunia.

Mereka berbagi cerita tentang mulusnya bungkusan luar kado itu.Aku sedang memancing masuk untuk melihat kedalaman hati yang terus bertanya.Kita berhati-hati jika omongan kita disuap oleh bualan manis kita sendiri.Kita terlihat jijik,karena menjilat luda sendiri.Jangan lama menjadi tuan dalam ketuanan kita.

Sulit

Kata yang penuh rangkaian pertanyaan dari beribuh isi hati yang tidak bisa terjawabi.Aku akan segera menengok sebentar di panorama lingkunganku.Mereka sempat menertawakanku dalam diam,dan berkata tentang keanehan.Mengapa tidak semua hal dalam diri sendiri tidak dapat diketahui.

Ada jedah dalam hati yang sedang bingung mencari asupan kepekaan.Menjadi sebuah hayalan besar atas diri yang tidak dapat dijelaskan.Aku menjadi gerah dengan semua itu,mencoba menenangkan diri dengan mengganggu orang lain,namun semuanya itu sia-sia saja.Kemudian aku memilih untuk menyibukkan diri dengan aktivitas menulis dalam paragraf.

Menduakan Karena Setia

Ada perasaan yang tidak stabil,tatkala hati ini sulit diajak berdamai.Ada ketidakpuasan dalam diri tentang pencarian cinta sejati.Namun apakah jalan ini yang keliru,lalu apa yang terbaik.Semuanya jadi berubah dengan kesibukan yang tidak terencana.Senyuman tulus itu,lama tidak dinampakan oleh si gadis cilik itu.Dia terlihat menawan,dengan perawakan yang mempesona,kedewasaan yang belum pernah aku temukan sebelumnya.

Apa yang meracuni dan merasuki,syair dari lagu kekinian yang terus mengisi kekosongan hatiku.Wajah dari yang kupuja itu,telah lama terbenam oleh keasingan diri.Sibuk dengan tugas dan aktivitas yang manakala tidak aku ketahui.Ketulusan itu,sirna dimakan keegoisan dan kebisingan hari.Mungkinkah ada sisa waktu untuk memujamu sekali lagi,dengan kekhasan aroma pembawaanmu.Aku telah bingung dengan keadaan yang telah aku alami,aku mencintaimu duniaku,aku menduakanmu karena aku belum sanggup bertahan lebih lama,aku butuh petunjuk dan keterbukaan hatimu.

Tanahku Mengenang Tetas

Lembata pulauku yang mungil dan indah penuh dengan beribuh seantero yang memanjakan mata.Akankah engkau terus bergelora di usia dewasa awalmu ini.Telah dilalui usia remaja nan menggebuh dengan bermaniskan madu,seyogyanya engkau terus memberikan aroma sedap di kalah itu.Engkau mengajakku untuk mengikuti perjamuan perdanamu,aku masih merah merona namun kamu menyapaku.Aku menginginkan kasih yang dulu terus aku rasakan.

Doa restumu terus aku imingi dalam sanubari gersangku.Aku menangis tertegun dengan rentetan suara senduh.Aku melihatmu telanjang dada.Elok rupamu telah musnah,engkau tidak lagi semulus dan seelok.Aku terus menyapamu dalam setiap kata dan bait doaku.Aku memohon kepekaanmu padaku,agar aku bisa memberikan warna senyummu kembali seperti saat itu.

Selamat menetas retas dalam setiap darah dan keringat.Dalam setiap kebisingan dan keharuan.Engkau tidak pernah murkah dengan sikapku,walau beribuh goresan nanar telah aku terohkan buatmu.Engkau bermunculan dengan kasih dan tentunya memberikan kenyamanan pada cecetmu dengan susu dan madu.Sekali lagi kuucapkan selamat buatmu tanahku yang indah.

Kesedihan Mendalam Dari Irish Bella dan Ammar Zoni

Inilah peristiwa yang tidak bisa kita pungkiri,mengenai hidup dan mati.Semua kita pasti akan melewati hal demikian.Namun bagi pasangan muda selebrity ini,belum bisa menerima kenyataan ini.Irish Bella dan Ammar Zoni,yang sangat bahagia prakelahiran putri kembar mereka,namun akhirnya pupus di makan sang waktu.Kebahagiaan yang akan bertambah dengan hadirnya bayi kembar itu,tidak bisa terjadi.Tuhan lebih mencintai bayi mereka dan Dia telah mengambilnya kembali kata Ammar Zoni usai memakamkan putri kembar mereka.

Irish Bella,yang saat itu tidak ikut menghantar putri mereka ke tempat peristirahatan terakhir,karena Irish masih di rawat di rumah sakit.Betapa perih hati seorang ayah ketika memakamkan putri sendiri.Sebuah bukti bahwa,Ammar sangat mencintai putri pertamanya yang sekian bulan dinantikan.Kabarnya putri kembar mereka,meninggal dikarenakan bayi kembar itu hanya memiliki satu plasenta dan darah dari ibunya tidak tersalur kepada bayi akhirnya bayi mereka meninggal.Namun tidakkah kita akan mengiklaskan itu semua,walaupun sulit karena semua ini karena titipan dari Tuhan.

Aku Diajak Untuk Menengok

Setelah aku berkelana jauh dalam diri tentang sebuah arti dari pengorabanan dan kedalaman hati serta cinta dari sang pemilik waktu.Aku tertegun tentang sebuah persimpangan yang begitu menggiurkan.Aku dengan berbagai cara dan pesona saat itu,memaknai hidup dengan tidak keruan.Aku dengan keterbatasan diri tentang arti dari sebuah kisah hidup yang beruntun.Ada suara serupa yang terus menyapaku di saat sepih menghantuiku.Aku sedang mencari suara itu,mengapa dia terus ada di dalam diriku.Tidak jenuhkah dia,saat kekalutan itu menguasainya.

Ada yang ramai di kejauhan itu,aku bergegas dengan kecepatan tinggi.Keringatpun terus mengucur dengan kecepatan itu,ada perasaan ingin tahu yang besar.Segerombolan orang yang tak lama pula melihat ke arahku.Rasa malu kian mencolok dengan kejadian saat itu.Mengapa semua mata terpanah ke arahku,ada yang salah dengan penampilanku saat ini.

Teriakan yang terus menutupi selah kesendirian hatiku.Kita masih berada di palungan yang sama dan menyapa insan dengan cara yang mirip.Lalu mengapa aku tidak kerasan dengan keadaan ini.Mungkin saja,aku belum lama berkecup dengan singgasana tempat ini.Kami bergegas menepih pada dahan yang bergoyang tentang kesan romantika yang belum lama aku tiduri.