Amarah Mimpi

Adegan mimpi itu membangunkan nadi rinduku pada lembutnya pelukan dari selimut penghangat.Aku tersentak lari dari semua kehampahan hati tanpa sosok-sosok yang demikian.Sangat bervariasi perawakan dari pembawaan pertemuan mimpi itu.

Dirinya yang sudah tiga tahunan tidak berjumpah walau hanya untuk bercakap.Masih dengan polesan wajah sederhana seperti dulu,yang membuat hati ini ingin beradu.Ada kejutan dari kedua saudara yang telah menjadikan wajah keibuan semakin bertambah.

Aku mencintaimu,dengan semua perhatianmu hingga keluargamu telah kembali berkumpul.Aku tak tahu apa yang akan terjadi saat mentari memenorkan sinar mulianya.Namun bakannya dirimu selalu ada untuk kami ?

Episode berlanjut dengan pertemuan dengan ratusan muda-mudi yang ceria dengan berbagai karakter yang menghangatkan jiwa.Amarah mimpi menjadi tulang punggung dalam memposisikan mimpi menjadi terlihat baik-baik saja.Namun tidak dengan dunia nyata,aku membuat suasana pagi itu menjadi hiruk-pikuk.

Bermula dari tatap muka dengan muda-mudi yang sulit membuat kecewa bersahabat.Hanya kelelahan dalam kata yang mampu terbayar dengan setiap sikap egois.Aku tak ingin remehan itu menjadi penghambat proses peredaran darahku.

Dan demikianlah pasalnya aku menandingi mimpi dan kenyataan.Dua episode dunia yang menjadikan semuanya menjadi satu dalam pola rasa dan pikir.Semuanya tidak akan menjadikan diriku merasa terhipnotis karena jarak yang tanpa spasi buatku saat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s