Ketika Kesal

Aku pengen berteriak dan kemudia maki,memberikan sebuah amarah yang sedang berkecamuk redam dalam setiap ringga tubuh

aku mencoba untuk berkata tentang kesialan yang terus ada silih berganti

sepertinya mereka betah dengan aku,dan kemudian mencoba untuk mengganggu hidupku

merenggut semua tenaga pada raga yang masih tersisa

aku yang salah,selalu menundah,dan akhirnya menjadi sial sendiri

apakah aku harus mempersalahkan waktu yang membuat aku menjadi gila di saat ini

aku tidak bisa berkata,hanya menahan semua rasa itu dalam-dalam

mencoba membuangnya namun tidak bisa

aku tipe orang suka memendamnya dan tidak mudah melupakannya

pantasan cepat tua dan keriput

bodoh amat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s