SDM dan Persepsi

Terpikir dalam benak setiap orang akan sebuah kemajuan dari suatu lembaga organisasi baik swasta maupun negri tentang dua unsur di atas.Hal ini menjadikan setiap orang untuk tetap bertanya-tanya tentang cara mengembangkan organisasi.Sebenarnya itu yang menjadi permasalahan utama.

Terkadang mereka akan mempermasalahkan cara dan proses pengrekrutan anggota baru.Di sini terlihat jelas bahwa kita masih terus memegang prinsip bahwa suatu organisasi berkembang itu tergantung dari orang-orangnya.Dengan pendasaran pepata dari seorang mantan presiden AS,bahwa jangan tanyakan apa yang negara berikan kepada kamu,melainkan tanyakan kepada dirimu apa yang kamu berikan untuk negara.

Demikianlah isi pepata tersebut yang akhirnya mensugestikan mereka untuk berusaha mencari orang-orang yang berkompeten.Namun sekarang terlihat bahwa,hal ini nampaknya sudah jarang terjadi.Orang lebih mencari kerabat dekat mereka dan menjadikan proses pengrekrutan sebagai formalitas belaka.

Inilah yang terjadi,saya pikir,mungkin saja mereka menganggap bahwa orang terdekat mereka tersebut lebih cepat dan mudah ditegur jika salah.Dibandingkan dengan orang lain,terlihat sungkang untuk menegur.Selain itu,mungkin saja hal pengrekrutan tersebut merupakan prinsip balas budi.

Indonesia memiliki budaya balas budi yang sudah mendarah daging,sehingga untuk menghilangkannya butuh proses dan waktu yang panjang.Sebenarnya hal itu mudah saja untuk dikurangi dan dikondisikan.Maksudnya adalah,ketika kita mau menerapkan prinsip balas budi dalam proses pengrekrutan terlebih dahulu kita melihat potensi dari orang tersebut.

Setiap orang memang memiliki kemampuan dan kecakapan yang berbeda-beda bidang,sehingga perlu adanya proses pengrekrutan yang intens sehingga bekerja sesuai kemampuan.Namun,sebenarnya yang mau saya katakan disini bahwa,kita terlalu mementingkan SDM tanpa harus melihat lebih jauh bahwa,ada hal lain yang penting samanya dengan SDM yaitu,persepsi.Persepsi dan pandangan seseorang dengan melihat situasi di sekitar dan juga membaca dan melihat organisasi itu sebagai upaya perwujudan visi dan misi merupakan sebuah hal yang luar biasa.Tanpa harus merusak organisasi dan merugikan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s