Selain Polos Juga Tanggung Jawab

Kami berbeda perasaan dalam hari itu,sesak dan tidak beraturannya perasaan kian memaksaku untuk pergi dari kehampaan.Aku belum berani dalam kata hati yang terpendam.

Sekiranya kesadaran hatilah yang terpenting dalam sebuah hubungan,namun mengapa aku masih ada di persimpangan jalan bebatuan.Belum aku temukan seonggok harapan yang mungkin masih bertengger di dahan itu.Kesannya aku masih dalam pencarian,mereka tidak peka atau aku yang kurang kreatif.

Bingung itu jalan termudah dalam capaian dari langkah awal.Dekade dari serpihan hati yang tumbuh dari butiran embun pagi menawarkan rinduh pada bukit asmara.

Kami bersatu dalam senja yang sama,dalam dinamika gejolak rasa yang baru tersadarkan,kami jatuh dipelukan pertama.Katanya aku begitu polos dalam cinta dan rasa namun aku tanggung jawab dengan rasa itu.Dengan cekatan aku katakan padanya,demikianlah sebuah alur cinta karena inilah yang di cari,bukan sebaliknya.