Kaki Kecilku Tersandung

Betapa luguh dan polosnya aku,dipinang dari surga ibuku.Dirampas dunia yang akan berkisah tentang beribuh kisah.Namun apakah aku harus merontah marah dan akan memaki pada dunia ? Dunia tidak bersahabat denganku kalah itu.Aku diracuni oleh dunia kecilku,sakit dan air mata yang terus menjadi teman setia dalam hidup itu.Aku sempat mengatakan tentang dukaku pada surgaku dulu,aku ingin kembali kesana.Mungkin saja,aku belum kerasan dengan dunia ini.Namun semuanya itu,tidak berlangsung lama.Aku kemudian mencoba keluar dari dunia luguhku itu,aku berkaca tentang kenikmatan yang akan membahagiakan aku.

Aku kemudian merombak serpihan halus dinding hatiku.Aku berbagi dengan dunia anak kecil,karena prinsipku aku akan beranjak dewasa.Aku harus bisa menjadi seorang yang dewasa dalam setiap segi kehidupan.Aku kemudian berlari kencang menuju puncak dari gunung itu,aku berteriak kencang dan ingin mengabarkan tentang hidup baruku.Aku bahagia dengan dunia,karena aku merasa tidak ada gunanya lagi jika aku terus menjaga kemulusan tubuhku.Aku telah tersandung dan menjadi luka sejak mata ini usai terpejam.Aku tidak bisa terlalu lama terlarut,bukannya aku harus beradaptasi dengan lingkunganku saat ini.Karena dengan itu,aku akan menambah kebahagianku,dunia menerimaku dan merestuiku.

Aku bukannya tidak mau mengobati lukaku itu,namun karena aku tidak akan mau menjadi mulusnya.Karena mulus itu tidak berlangsung lama,aku telah berada di alas tanah dan kerikil,manakala keutuhan itu terus terjaga.Semua itu hanyalah kemustahilan yang hanya dalam bayang semuku.Jujur aku telah nyaman dengan kasarnya duniaku,yang terus berwarna,ada suka dan duka.Semua itu menjadi indah,pola pikirku telah berubah saat itu ketika pelangi bermunculan di sudut kampungku.Terlihat indah dan sempurna,karena ada warna.Maka bukannya tidak salah jika aku menjadi berwarna dengan kenikmatan dunia,karena semuanya akan indah dan sempurna.

Berkurangnya Orientasi

Perlahan rasa bersalah itu kian mencekam dan sedikit bergemetaran saat siang itu disapa lembut oleh dunia.Sebenarnya awal yang membuatku sadar akan sebuah perubahan dari perilaku aneh itu.Sikap yang sebelumnya membuatku begitu menyenangkan hingga penyesalanpun tidak pernah aku bayangi.Aku ingin mengatakan tentang rasa syukur dan terima kasih atas perubahan ini.Hal yang kebetulan dan akan menjadikanku begitu berbeda.

Wajahku saat itu merah merona,sedikit berkeringat dan agak gegabah.Namun dunia juga ikut memberiku ruang baru untuk menutupi hal demikian.Mungkin ini hanya untuk konsumsi sendiri tanpa harus dicumbu piluh dunia.Dunia saar ini masih berpihak padaku,memberiku ruang untuk menyadari sendiri tanpa harus dicemooh dunia.Maaf yang terdalam aku ungkapkan kepada dunia yang telah aku cemari.Memang tidak semua yang aku racuni,namun demikianlah sebagian dari itu telah aku racuni.Sebagian mendukungku dan membumbui resep.Agar resepsi malam kita semakin berwarna,dihiasi minuman yang memabukan.Demikianlah yang membuat kita terus memperbaharuinya agar terlihat sedap dicicip dan bohay dipagut mata.

Orientasi yang semakin berkurang dengan menghilangnya sikap tersembunyi yang dipelopori sendiri.Dunia maya yang memberi nuansa menggiurkan sehingga terlelap oleh godaan.Ekspresi dari sebagian dunia yang mendukungku selalu memberi warna agar aku enggan pergi.Terima kasih karena mayoritas dunia menyadariku,semoga lelaplah orientasi itu agar eleganlah aku melangkah.

Pernahkah Kamu Rasakan Hal Ini

Maaf jika pertanyaanku terlalu membuatmu merasa jenuh.Bukan demikian maksudku untuk membuatmu bosan dan ngantuk saat membacanya.Mungkin karena salah satu dari dua kelemahanmu,cepat bosan dan kemudian ngantuk saat membaca berbagai tulisan panjang lainnya termaksud punyaku ini.Maafkan semuanya,karena telah jujur dengan rahasia dari kelemahan dalam membaca.Tetapi,aku mengharapakan agar kamu menanggapi semuanya ini dengan senyuman yang paling manis darimu.Mungkin saja tidak semanis yang pernah kamu berikan kepadaku.

Kita sempat merasa ada ruang dimana kita berbagi,bukannya lebih baik berbagi agar bebas pergerakan kita.Namun pernah terbayang jika,kita akan merasa marah dan sedih jika bahagia ini selalu disisipkan dengan berita mengejutkan.Namun itulah hidup yang kita lewati.Tenangkanlah hati,karena semuanya akan indah jika kamu tidak merasa sempak dengan berbagai pergolakan.Jujur ini begitu berani aku katakan karena,kita sekarang harusnya sadar akan hal-hal demikian.Bukannya kita selama ini tidak mau mendengarkan,namun kita terlalu sibuk dengan hidup yang sedang-sedang saja.Kita terus lupa dengan setiap peristiwa yang akan mengajarkan kepada kita tentang arti dari memaknai kehidupan.

Komitmen dan Konsisten

Aku perna ada dalam zona ini dimana awal menjadi pujian diri yang besar akan sebuah janji manis penenang sesal hati

pena berbelok mengikuti alur kata menunjuk eksistensi tentang latar belakang

benarkah itu semua ada tertanam pada kedalaman niat itu

apakah hanya sebagai simbolik bahwa aku dituntut untuk menulis namun tidak berkiprah pada lahan terbuka

bukannya lahan itu sudah tersiapakan sedari terbentuk

lalu mengapa sampai sekarang aku masih dalam proses perencanaan yang bertubi

belum ada bibit yang unggul untuk menabur

lalu mengapa semua itu berubah secara cepat dan terstruktur

diriku mempunyai dua pijakan

lalu mengapa terus bergerak bebas tanpa ada kekuatan

butuh sandaran atau apa yang perlu disediakan

bukannya aku sudah bisa berkata sendiri dengan bebas dan teratur

lalu apa itu yang terselip sampul