Berkurangnya Orientasi

Perlahan rasa bersalah itu kian mencekam dan sedikit bergemetaran saat siang itu disapa lembut oleh dunia.Sebenarnya awal yang membuatku sadar akan sebuah perubahan dari perilaku aneh itu.Sikap yang sebelumnya membuatku begitu menyenangkan hingga penyesalanpun tidak pernah aku bayangi.Aku ingin mengatakan tentang rasa syukur dan terima kasih atas perubahan ini.Hal yang kebetulan dan akan menjadikanku begitu berbeda.

Wajahku saat itu merah merona,sedikit berkeringat dan agak gegabah.Namun dunia juga ikut memberiku ruang baru untuk menutupi hal demikian.Mungkin ini hanya untuk konsumsi sendiri tanpa harus dicumbu piluh dunia.Dunia saar ini masih berpihak padaku,memberiku ruang untuk menyadari sendiri tanpa harus dicemooh dunia.Maaf yang terdalam aku ungkapkan kepada dunia yang telah aku cemari.Memang tidak semua yang aku racuni,namun demikianlah sebagian dari itu telah aku racuni.Sebagian mendukungku dan membumbui resep.Agar resepsi malam kita semakin berwarna,dihiasi minuman yang memabukan.Demikianlah yang membuat kita terus memperbaharuinya agar terlihat sedap dicicip dan bohay dipagut mata.

Orientasi yang semakin berkurang dengan menghilangnya sikap tersembunyi yang dipelopori sendiri.Dunia maya yang memberi nuansa menggiurkan sehingga terlelap oleh godaan.Ekspresi dari sebagian dunia yang mendukungku selalu memberi warna agar aku enggan pergi.Terima kasih karena mayoritas dunia menyadariku,semoga lelaplah orientasi itu agar eleganlah aku melangkah.

Aku Masih Utuh ?

Aku bingung dengan keadaan sekarang dimana keanehan selalu ada dan terus ada hadir bergejolak.Orientasi yang berlebihan hingga luar jalurpun nyaman dieksresikan.Apakah semuanya akan baik-baik saja kelak.Aku masih berada dipersimpangan jalan dalam tujuan hidup,lalu mengapa kehadiran dari keanehan terus berdatangan menghancuri kepercayaan diri akan diri yang seutuhnya.

Bolehkah aku bertanya tentang kewajaran yang kita alami.Bukannya aku terus saja menyimpang,dan mengapa aku lupa untuk kembali dan lupa akan masa dimana aku mengenal keanehan yang terdalam.Apakah gen atau lingkungan yang membawaku hingga terus merasa hal yang biasa,namun kemudian berkhir dengan penyesalan.Inikah aku yang terus saja berjanji,saat luka telah kulakukan.Itulah pengecut yang telah tergambar dari diri yang celah ini.Lalu mengapa aku masih bertanya tentang hal yang sebenarnya dapat aku prediksikan.Apa yang dapat membuat rasa ini hilang dengan sikap yang wajar saja.