Menduakan Karena Setia

Ada perasaan yang tidak stabil,tatkala hati ini sulit diajak berdamai.Ada ketidakpuasan dalam diri tentang pencarian cinta sejati.Namun apakah jalan ini yang keliru,lalu apa yang terbaik.Semuanya jadi berubah dengan kesibukan yang tidak terencana.Senyuman tulus itu,lama tidak dinampakan oleh si gadis cilik itu.Dia terlihat menawan,dengan perawakan yang mempesona,kedewasaan yang belum pernah aku temukan sebelumnya.

Apa yang meracuni dan merasuki,syair dari lagu kekinian yang terus mengisi kekosongan hatiku.Wajah dari yang kupuja itu,telah lama terbenam oleh keasingan diri.Sibuk dengan tugas dan aktivitas yang manakala tidak aku ketahui.Ketulusan itu,sirna dimakan keegoisan dan kebisingan hari.Mungkinkah ada sisa waktu untuk memujamu sekali lagi,dengan kekhasan aroma pembawaanmu.Aku telah bingung dengan keadaan yang telah aku alami,aku mencintaimu duniaku,aku menduakanmu karena aku belum sanggup bertahan lebih lama,aku butuh petunjuk dan keterbukaan hatimu.

Ketika Hati Memilih

Seuntas harapan berlabelkan cinta tanpa pamri itu telah menyisahkan setiap goresan.Aku memulai kisahnya dari perjumpaan pertama yang barangkali sulit untuk dijelaskan secara detail.Awal kisah tentang pergumulan cinta yang luar biasa dalam dan terukir beribuh kenangan.Aku dan kamu memulai sebuah langkah yang begitu mengesankan,ada canda dan tawa,suka dan duka yang kian membekas.Ketika kesetiaan menuntut untuk berkata tentang kedalaman hati,aku memilih untuk bertopeng tentang realitas.

Sejengkal harapan akan kebersamaan yang akan memuncak dengan keadaan yang indah dalam impian.Kamu memberiku sejuta rasa yang tulus,namun apakah dariku sudah demikian terjawab.Telah terjawab oleh adegan kisah yang beruntun berantam.Aku katakan pada dunia bahwa,sebenarnya pasangan yang selalu bertengkar bukan saling mencintai,namun kepadaku saling mencoba membuat sekat.Namun itu semua,karena aku telah mendua dalam hubungan kita.Apakah semua karena salahku atau salah orang ketiga yang lebih membuatku nyaman daripadamu.Bukan pembanding,namun aku sedang mencari kasih sayang yang tulus.Hauskah aku dengan kasih sayang serta perhatian,ataukah aku yang tidak pernah puas dengan hubungan monogami ?

Semua telah terjadi,aku telah menyadari itu semua.Pernah aku bertanya pada dunia tentang keputusan yang telah aku ambil.Apakah benar atau salah ? Dunia selalu memberikan aku kesempatan untuk menjawab sendiri tentang setiap kemungkinan dari kebenaran yang sesungguhnya.Katanya,aku telah berhasil membuat kenyamanan namun kemudian pergi tanpa memberikan alasan.Apakah aku belum dewasa dalam bercinta,dan kemudian menjadi gegabah ?Semuanya berawal dengan kemusrahilan dan berakhir dengan kejutan.Itulah fenomena cinta yang aku,kamu dan dia lalui.