Tentang mengaret

Aku perna berkata tentang kisah yang menjadi penghalang hidup ini

mengaret dalam berbagai hal,itu perna menjadi musuh bagiku

saat tiang itu aku yang mengontrol

apakah aku ego,disaat memaksa orang untuk lebih awal di masanya aku

sedangkan masanya mereka aku terlihat apatis

ini yang dinamakan pecundang

kamu akhirnya sadar bahwa dengan egomu,kamu menjadi khawatir jika sesuatu menimpahmu

apakah kamu menjadi pintar saat itu

terlambat untuk kisah itu

niatmu sepertinya tinggal kata dan komitmen

berubahlah

Komitmen dan Konsisten

Aku perna ada dalam zona ini dimana awal menjadi pujian diri yang besar akan sebuah janji manis penenang sesal hati

pena berbelok mengikuti alur kata menunjuk eksistensi tentang latar belakang

benarkah itu semua ada tertanam pada kedalaman niat itu

apakah hanya sebagai simbolik bahwa aku dituntut untuk menulis namun tidak berkiprah pada lahan terbuka

bukannya lahan itu sudah tersiapakan sedari terbentuk

lalu mengapa sampai sekarang aku masih dalam proses perencanaan yang bertubi

belum ada bibit yang unggul untuk menabur

lalu mengapa semua itu berubah secara cepat dan terstruktur

diriku mempunyai dua pijakan

lalu mengapa terus bergerak bebas tanpa ada kekuatan

butuh sandaran atau apa yang perlu disediakan

bukannya aku sudah bisa berkata sendiri dengan bebas dan teratur

lalu apa itu yang terselip sampul