Kabutnya Hati

Betapa kerasnya dunia cinta yang tak ingin menduakan hati.Dunia yang mencampakan aku dan kamu pada kabutnya malam,agar tangan bebas merekat.Mungkin kita yang egois dengan kebaikan dunia.

Kita menyalahi kejamnya dunia,yang tak memahami rasa kita.Kita mengklaim dunia yang tega memahat malam agar semakin pekatlah mata kita beraduh.Disana hanya jemari yang memagut pada selah barisan putih tempelan gusi.

Kita seakan lebih haus dari malam bulan juli,dimana kegersangan menjadi tandingan embun pagi yang menipis.Kita hanya ingin memalingkan wajah agar ujung jari kakimu dapat kubelai dengan lembut oleh jemari kerasku.Kita sepakat meniduri malam yang belepotan seperti liur dan rambut yang semrawut.