Syukurnya Di Gubuk Perak

Raut wajah berbinar ketika semua kepasraan itu terjawab oleh suara mengiahkan

sontak kaget dan terkagum oleh yang mendengar dan melihat dari setiap sudut ruang itu

Berkecimpung manja saat kita masih saja berharap atas penyelenggaraan,yang sebenranya telah pupus digarap malam

Malam itu,rupanya tertidur dalam sadar akan gejolak rasa yang berbaur mengunci nalar sehat tertata itu

Aku sedang dimabuk rasa atau dilanda bencana hati yang mengamuk bantah akan kesialan dan kebodohan diri yang menganggap remeh dengan semua hal

Namun semua itu telah terbayar lunas oleh kepercayaan