Sakit Dibalas Cinta

Ada yang bertanya tentang sebuah narasi kalimat yang mengundang pertanyaan.Ada perasaan peduli dari dia,mungkin rasa yang terselip itu.Aku sebenarnya mengetahui hal yang demikian,dia begitu pandai menyembunyikan rasa itu.Namun tidak menjadi sebuah alasan yang besar mengenai rasa.Dia sedang mencari yang setia dari hanya sekedar bertamu.Banyak yang hanya pandai membuat kenyamanan namun tidak lama menahan penantian.Kita demikian polosnya berkata tentang apa yang sedang dipikirkan.Kepedulian mereka yang telah aku tujukan sebenarnya masih dalam bayangan semu yang di kelilingi bintang.

Apakah aku yang terlalu ceroboh memberikan berbagai cara dari pengharapan.Terus mencari sekat untuk mengisi kekosongan hati yang masih menunggu jawaban.Aku terus mencari,tidak pernah ada rasa puas dengan sesuatu yang ada.Apa yang aku cari,bukannya sudah puas dengan hari ini ?

Kaki Kecilku Tersandung

Betapa luguh dan polosnya aku,dipinang dari surga ibuku.Dirampas dunia yang akan berkisah tentang beribuh kisah.Namun apakah aku harus merontah marah dan akan memaki pada dunia ? Dunia tidak bersahabat denganku kalah itu.Aku diracuni oleh dunia kecilku,sakit dan air mata yang terus menjadi teman setia dalam hidup itu.Aku sempat mengatakan tentang dukaku pada surgaku dulu,aku ingin kembali kesana.Mungkin saja,aku belum kerasan dengan dunia ini.Namun semuanya itu,tidak berlangsung lama.Aku kemudian mencoba keluar dari dunia luguhku itu,aku berkaca tentang kenikmatan yang akan membahagiakan aku.

Aku kemudian merombak serpihan halus dinding hatiku.Aku berbagi dengan dunia anak kecil,karena prinsipku aku akan beranjak dewasa.Aku harus bisa menjadi seorang yang dewasa dalam setiap segi kehidupan.Aku kemudian berlari kencang menuju puncak dari gunung itu,aku berteriak kencang dan ingin mengabarkan tentang hidup baruku.Aku bahagia dengan dunia,karena aku merasa tidak ada gunanya lagi jika aku terus menjaga kemulusan tubuhku.Aku telah tersandung dan menjadi luka sejak mata ini usai terpejam.Aku tidak bisa terlalu lama terlarut,bukannya aku harus beradaptasi dengan lingkunganku saat ini.Karena dengan itu,aku akan menambah kebahagianku,dunia menerimaku dan merestuiku.

Aku bukannya tidak mau mengobati lukaku itu,namun karena aku tidak akan mau menjadi mulusnya.Karena mulus itu tidak berlangsung lama,aku telah berada di alas tanah dan kerikil,manakala keutuhan itu terus terjaga.Semua itu hanyalah kemustahilan yang hanya dalam bayang semuku.Jujur aku telah nyaman dengan kasarnya duniaku,yang terus berwarna,ada suka dan duka.Semua itu menjadi indah,pola pikirku telah berubah saat itu ketika pelangi bermunculan di sudut kampungku.Terlihat indah dan sempurna,karena ada warna.Maka bukannya tidak salah jika aku menjadi berwarna dengan kenikmatan dunia,karena semuanya akan indah dan sempurna.

Ketika Hati Memilih

Seuntas harapan berlabelkan cinta tanpa pamri itu telah menyisahkan setiap goresan.Aku memulai kisahnya dari perjumpaan pertama yang barangkali sulit untuk dijelaskan secara detail.Awal kisah tentang pergumulan cinta yang luar biasa dalam dan terukir beribuh kenangan.Aku dan kamu memulai sebuah langkah yang begitu mengesankan,ada canda dan tawa,suka dan duka yang kian membekas.Ketika kesetiaan menuntut untuk berkata tentang kedalaman hati,aku memilih untuk bertopeng tentang realitas.

Sejengkal harapan akan kebersamaan yang akan memuncak dengan keadaan yang indah dalam impian.Kamu memberiku sejuta rasa yang tulus,namun apakah dariku sudah demikian terjawab.Telah terjawab oleh adegan kisah yang beruntun berantam.Aku katakan pada dunia bahwa,sebenarnya pasangan yang selalu bertengkar bukan saling mencintai,namun kepadaku saling mencoba membuat sekat.Namun itu semua,karena aku telah mendua dalam hubungan kita.Apakah semua karena salahku atau salah orang ketiga yang lebih membuatku nyaman daripadamu.Bukan pembanding,namun aku sedang mencari kasih sayang yang tulus.Hauskah aku dengan kasih sayang serta perhatian,ataukah aku yang tidak pernah puas dengan hubungan monogami ?

Semua telah terjadi,aku telah menyadari itu semua.Pernah aku bertanya pada dunia tentang keputusan yang telah aku ambil.Apakah benar atau salah ? Dunia selalu memberikan aku kesempatan untuk menjawab sendiri tentang setiap kemungkinan dari kebenaran yang sesungguhnya.Katanya,aku telah berhasil membuat kenyamanan namun kemudian pergi tanpa memberikan alasan.Apakah aku belum dewasa dalam bercinta,dan kemudian menjadi gegabah ?Semuanya berawal dengan kemusrahilan dan berakhir dengan kejutan.Itulah fenomena cinta yang aku,kamu dan dia lalui.

Ada Yang Menghindar

aku bangga punya rasa yang kuat tentang sebuah ungkapan cinta dari ekspresi diri

waktu itu adalah senja pada kelimut kisah dimana ada tetesan dari langit mencoba untuk berbagi kasih dengan memberi curahan

kamu sebenarnya sudah aku kenal sejak perkenalan lewat panggung bicara pada kegiatan retret

kita tentu saling mengenal namun dari wajah tanpa mengenal nama

tidak menjadi masalah,sudah lebih dari cukup jika wajah tetap teringat di benak ini

sebenarnya manis wajah itu saat pancaran senja menjadi saksi pada hujan deras itu

mencoba mendekat duduk di samping aku

maaf jika aku terlihat cuek dan tidak sempat beradu pandang denganmu

sebenarnya ada rasa untuk itu namun apalah itu yang menjadi penghalang saat keinginan ini terjadi

Apa Yang Dicari

Semua begitu cepat berlalu dalam sekejap mata

ketika kita berusaha berlomba lari untuk mendapatkan yang terbanyak

semakin menjadi begitu untuk mencarinya sampai lupa jadi diri dan tujuan hidup yang sesungguhnya

Apakah aku begitu serakah dalam mencari yang aku inginkan,sehingga tidak pernah menengok sebentar pada tepi jalan dan kolong jembatan

dengan kaca mata hitam,berambut modelis dengan minyakan dan parfum bertebaran mewangi,sehingga aku takut menjadi bau

atau apa yang menjadi penyebab itu semua

butakah mata hatiku

apa yang mau dicari

padahal tubuh dan dunia tidak mengingikannya

ketika aku miskin,menjadi minder dan tidak dihargai

ketika aku menjadi kaya,dijauhi bahkan dibuat sakit karena kemewahan,dicelakain dengan berbagai cara dan strategi

ketika badan aku kurus,aku menjadi kurang percaya diri,takut dibilang gizi buruk

ketika aku menjadi gemuk,dibilang bus besar lewat

lalu apa yang aku cari,sedangkan semua menjadi salah dimata oranglain bahkan diriku sendiri

aku menjadikan yang di antara keduanya