Aku Sadar 1

Sebenarnya kesadaranku belum stabil,bila kedewasaan digambarkan dari kesadaran aku tidak menjadi kategorinya.Mengharapkan oranglain karena menganggap dapat membantu adalah sesuatu hal yang menurutku tidak sangat indah dan menyenangakan.Kejadian yang kontra,menjadikan diri ini kecewa tanpa ada sekat untuk mengisi kenyamanan yang barangkali menengok dari kejauhan.Situasi yang terus ada dalam benak,menggerogoti jiwa agar kenyamanan dan kebencian menjadi pelarian.

Ketika hal yang kursial terjadi,namun orang di sekitar menjadi apatis dan seolah menghambat kegiatan kita.Apakah dengan ini,aku berhenti membantu orang saat membutuhkan bantuan.Aku dikabari melalui telephon,bahwa frustrasi temanku begitu besar akibat pengaharapan yang besar untuk dibantu oleh teman sekamarnya.Ini yang menyebabkan kestabilan emosinya tidak normal.Tidak dibantu saat kondisinya sedang tergesa-gesa,membuat hati ini diajak sabar untuk melayani diri sendiri.Akhirnya dirinya menjadi mandiri dan apatis dengan kondisi sekitar.Apakah tindakan ini salah ?

Tentang mengaret

Aku perna berkata tentang kisah yang menjadi penghalang hidup ini

mengaret dalam berbagai hal,itu perna menjadi musuh bagiku

saat tiang itu aku yang mengontrol

apakah aku ego,disaat memaksa orang untuk lebih awal di masanya aku

sedangkan masanya mereka aku terlihat apatis

ini yang dinamakan pecundang

kamu akhirnya sadar bahwa dengan egomu,kamu menjadi khawatir jika sesuatu menimpahmu

apakah kamu menjadi pintar saat itu

terlambat untuk kisah itu

niatmu sepertinya tinggal kata dan komitmen

berubahlah