Angin Malam

Bolehkah aku menyapamu pada malam kabut dingin ini,entah kamu masih bertengger sepih di bilik kamarmu.Kamar yang perna aku tiduri di kala kunjungan malam kita.Kamu begitu membuat malamku menjadi suratan hampa,selalu saja aku mengetuk setiap dinding sekat kota ini.Semua itu,hanya untuk menemukan inspirasi pada pekatnya kopi yang selalu kita bicarakan di kamarmu.

Aku ingin terus mengulasnya,walau kita dipisah oleh jaraknya malam ini.Agar lupa pun tidak aku hampiri dalam setiap kesibukan.Aku hanya ingin kamu tahu,bahwa malamku selalu ditemani rasa pergulatan dan kesibukan.Aku selalu mencari ide,agar malam selalu berwarna untuk mengungkapkan kabarku padamu.

Apakah kamu sedang berselimut malam,selimut lembutmu yang perna kita alasi.Dapatkah kamu membagikan harumnya ruangan itu,agar gelappun ikut terbius dan aku pun kemudian ikut bernostalgia tentang dirimu yang perna dimanjakan.Tidak ada kata lelah untuk mengulas namamu pada keheninganku,entah kamu seumpama kopi hitam pecandu rinduh.