Kotak Bening Penawar Rindu

Semenjak saat itu ada saja reaksi tubuh yang tak ingin bersahabat dengan sang pemilik,hingga kesadaran imun tubuh menjadi merosot.Setiap keluhan berdatangan cepat dan tak luput dari nalar sehat bahwa itu klasik atau benar adanya.Mungkin ini yang dinamakan sang legendaris sebab mengembang mekar menjadi akibat yang berbuah kewarasan.

Wattpad.com

Kita mesti menyuplai sedikit nutrisi agar tak sesat dalam mempropaganda.Namun sampai kapan bantuan itu hadir laksana pemilik tamen rahasia.Dia bukan tipe manusia super yang pernah diceritakan oleh tetangga belakang rumah,itu semua hanya rekayasa agar ditakuti.

Mata hampir meredup bersama kegerahan yang memuncak ambigu rasa yang tak dapat di negosiasi.Cara apa pun yang sempat ditawarkan bahkan dicoba tak mampu merubah setiap debaran itu.Malahan semuanya terlihat begitu kencang dan kemudian lambat,begitu terus rotasi perpindahannya yang membuat sejawat melototi dengan mata yang nihil.

Katanya kamu butuh sesuatu yang luar biasa seperti dalam kejadian sepuluh tahun silam.Aku hanya terheran memanisi bibir dengan tawa gelih,entahlah apa yang akan diumbar olehnya.Ia terlihat unik dan luwes dalam berkata dan bergaul,hingga mempercayainya pun sukar dibisikan hati kecil.

Semenjak kata merasa terasing pada pemilik makna yang tak memagut sedap tatapan,ada sejutah kotak bening mengguyur tersusun.Tersusun berbaris menyeluruh agar tak diejek oleh pejalan dalam tapak aroma gersang.Sempat terlintas oleh naluri hampaku bahwa aku mesti merapat pada pusat kenikmatan dimana masih muda dan kemudian kembali terhirup saat akan kembali menyudah.

Tentang nostalgia yang mengenaliku arti syukur yang tak terhingga seperti dalam perhitungan matematik.Ada beribuh cerita dalam keceriahan di sana.Segerombol penakluk waktu yang berceloteh tentang khuyutnya kedekatan yang tak berupa namun berasa.

Tentang Kehampaan

Gambar:Foto keluarga

Menukik setiap tumpukan kata yang berserakan pada trotoar rak buku perpustakaan.Namun tentang kata yang tak pernah kita sudahi selepas penat,namun terus menjadi candu dalam kegersangan keluh.Hanya ini yang dapat terlukis semenjak kepergian petugas perpustakaan idamanku.

Untuk sekian waktu,menit bahkan detik akan kujejerkan pada deretan kursi kayu di temani bangku berlapis kaca tembus pandang.Gerahan rasa yang mengumbar keluar tuk sedikit menengok wajah manisnya yang tak dapat kurangkaikan dalam setiap sajak bait puisi.Inginku pergi membujuk penyair terkenal yang pernah diceritakan olehnya,bahwa itu kakeknya yang lama terbaring.

Genggamlah tanganku dan kita akan mengarungi jalanan bebatuan yang pernah kakekku ceritakan sebelum malam membunuhku untuk beberapa saat.Tanpa beribuh komentar yang menggeliat soalah menimang setiap huruf yang terangkum kata dan kemudian kalimat darinya,kakiku lebih dahulu dipoyong.Yang harus kamu ketahui bahwa kita akan lama menghabiskan waktu di sana,dimana kakekku akan membusahkan mulutnya menyata tentang hidup yang tak seindah puisi.

Ia,demikian kataku selepas memuncratkan kata agar terlihat kekar berujar menahu.Ungkapan tentang yang tahu dan yang tidak tahu namun terlihat tahu.Ujaran demikian akan kamu pahami,bahwa mereka akan terlihat seperti budak kata dan tentang pecandu luka yang menunggu kewarasannya.

Aku Masih Milik Mereka

Maaf jika kelamaan aku pergi dan tak pernah memberi waktu,walau hanya sebentar bertamu.Aku berlari tanpa menoleh pada keringat dan air mata rindu yang mereka juga ikut rasakan.Mereka juga milikku yang sejak lama hanya terbilang dalam ingatan namun pupus dalam rasa ingin meneguk rindu.

Apakabar kalian di sana sayangku semua,kalian tak akan pernah kulupakan dan katakan pada semesta bahwa kita akan secepatnya bersenda gurau.Akan kita ceritakan tentang tapak yang terlewati dengan beribuh rindu yang terbangun.

Aku juga ingin membagikan tentang tangis dan tawaku,hingga aku merasa hanya aku sendiri di bumi ini.Jangan pernah berpikir tentang lupa dari aku,namun aku pernah mengangat dalam nadi sepihku.Pernah aku mengabrik segudang kabar,agar rinduku dapat terobati,namun tak kesampai.Namun adik manisku,mengabariku tentang seribuh rindu yang terkumpul dari kita.

Tulang Baja

Sapaan unik bagimu tunggalnya dalam keluarga kecilku.Hanya kamu yang telah merasakan pedihnya hidup dunia.Tak ada teman ceritamu di kala empat tahun silam kepergiannya.

Kamu telah menjadi dua tipe dan figur dalam hidup sekarang dan kelak.Aku tahu,tak semudah itu seumpama membalikkan telapak tangan.Dari semua kepedihan itu,selalu ditanggung dengan kekuatan dirimu.

Aku mencintaimu seutuhnya,semenjak mereka telah mengatup mata.Namun tenang saja,sekarang aku telah mencintaimu dan menjagamu juga selalu mensupportmu.Lupakan semua kejadian tentangmu dan tentang kami serta mereka.Hanya kita yang dapat mengatur semuanya,mereka adalah pembiang dari semua ketidaknyamanan itu.

Aku Tahu Kamu Mengingatnya

Ketika rentetan butiran yang tak pernah mengalah untuk menimbang rinduhku pada kalah itu.Aku masih dipusara yang sama dan kamu di pusara yang berbeda.Aku merindukanmu saat jagung muda menjadi santapan kita di kalah dingin mencekam.Kita dengan jari jemari menyulam semua hidangan dengan mesra.Sekali kita beradu pandang pada tetesan air langit di atap kita berteduh.

Kamu telah memberikan beribuh kenangan tak habisnya aku kenang.Sekiranya pusara kita masih sama,aku ingin menceritakannya padamu walau lewat telephon.Namun sekarang tidaklah demikian,sejujurnya aku ingin hal ini dapat kita ulas kembali di hari depan.Namun semua itu hanyalah rinduh yang mendalam mimpi piluhku.Aku tetap mengenang itu,dan saat ini ingin ku beritakan pada dunia bahwa aku rindu padamu.

Entah kamu telah berada di pusara mimpimu untuk mengajakku berkencan malam atau tidak.Namun aku rinduh kamu berkencan denganku malam ini dalam mimpi ini.Kita pasti akan bernostalgia bersama tentang panasnya api,barahnya yang menambah lezatnya jagung bakar atau apalah itu.

Kamu wanita yang tidak perna habis kreasimu untuk memperindah hari-hari kita.Dimanakah kamu sekarang,aku yakin kamu sedang menatapku dari kejauhan yang tak bertepih.Kamu juga sedang menatap butiran hujan yang sama dan sedang bernostalgia.Aku rindu pada senyum dan jemari hangat dan lembutmu yang merawatku dengan penuh cinta.Kamu adalah ibuku yang tak sebanding dengam kasih seorang ibu penyusuh lainnya.Bahagia di surga bundaku.