Aku Mau Kemana

Jauh sudah bagiku melewati jalan itu hingga aku lelah
menunggangi keledai di pinggir jalan namun tak pernah diindahkan
katanya aku bukan majikannya

Seperti biasa aku terus terlena oleh waktu dan zona yang menggiurkan mata
Terbelalak melotot secara saksama
Ditegurpun tak pernah kurespon

Hinggalah pada sebuah persimpangan jalan
tepat disana ada seorang pengemis yang duduk meminta
tanyanya padaku
mau kemanakah dirimu

Aku termenung sebentar dan menyapanya
hai,aku mau ke tanah yang sedang diperebutkan itu
katanya,apa yang kamu lakukan disana

Tidakkah kamu tahu,bahwa tanah itu juga ada di sisi kiri dan kanan jalan ini
apakah kedua jalan ini akan dirimu tempuh ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s