Gadis SMP

brilio.net

Perkenalan pertama yang tak pernah kubayangkan.Awal mengenal lebih dekat dengan jarak tanpa spasi.Jauh kulihat seperti gadis yang pernah kucintai,namun tentu hanya mirip.

Semua terasa cepat rotasi waktunya,malam menjadi milik berdua.Di bawah rimbunan pisang belakang rumah mesin kita berbisa memeluk membantu memanggangi tubuh yang beku.Aku mencoba mengawali dengan mengenali namamu dengan tanya yang terasa wibawa dan romantis.

Perlahan ada desahan yang mengatakan kamu tak sedang baik-baik saja.Rupanya kamu telah terasuk untuk masuk dalam sangkar milikku yang lama kupelihara.Tanganku sengaja kulancangkan mengairi setiap lekukan yang membuat debaran semakin menggebuh.

Aku memegang dengan keras tetekmu yang lembut,terasa seperti sedang berhembus dengan leluasa di puncak Bromo.Aku mengikuti setiap gerakan tangan dan mulut yang bergerak tanpa komando otak yang segar.Dengan sigap letusan berisik menambah napsu malamku,aku mengotori tubuhmu dengan lelehan liur.

Tak terasa malam begitu memihak pada kita,hingga detak jantung kepunyaanmu tak pernah kugubrisi.Aku hanya fokus pada tarian lidah yang memacuh gunung indah dan jemari mengelusi lubang kenikmatan.Memang aku sedang ereksi dan menimang setiap jeritan yang mengajakku untuk terus bercumbuh.

Dan aku katakan terima kasih untuk jejak waktu yang berambisi memungut berkas cerita.Aku rindu pada kisah itu,nostalgia akan terus menjadi yang berkesan.Namun aku ingin kita reunian soal pagutan rasa ini,mungkin akan punya cerita tersendiri yang diniatkan untuk membuku.