Kantor Pos Cinta

facebook.com

Senja yang membias melewati celah-celah jendela kaca yang tersusun.Untuk saat yang sama senyumku baru saja kuketahui bahwa benar-benar ada dan terlihat jelas tanpa samaran.Aku ingin melompat girang dalam diamku,bahwa sekarang aku jatuh cinta pada pandangan pertama.

Permulaan dimana diriku memberikan kata tanya tentang keberadaannya yang tak lazim diriku pahami.Begitu indah hingga malam tak pernah ingin mematikan senja awal pertemuan itu.Tentang namanya yang begitu indah seindah setiap yang ditampakannya saat itu,dilengkapi senyuman yang paling indah tak seindah taman bunga raya Indonesia.

Kisah pertama dimana hari sejarah dari orang yang diidolakan olehnya hingga bernaung di lembah sejuk.Bungkusan perlahan kubuka dengan santun dan hati yang berdebar ego.Aku mulai ingin tertawa sekeras mungkin bahwa aku berhasil menaruh hatinya yang awal kuketahui cukup dingin.

Kata orang jika kita tak sepaham maka tak akan dipertautkan dalam setiap sajian kisah.Berhamburlah setiap carikan kertas yang kuramas berkerut kusam.Mungkin aku sedang mencari yang paling sempurna baik kata dan tampilan letak kugaungkan ukiran hati,agar terlihat lebih dari lukisan hati yang melekat pada kado pertamanya.

Benarkah kata setiap cerita yang sempat terbaca dan terdengar,cowok tak ingin rendah dari lawan gendernya.Dia akan berusaha tampil seindah mungkin agar mata tak ingin meredup melotot.Dan liur yang miskin masih sempat dipamerkan pada ujung yang sengaja diperlembut.

Mulailah pena kutorehkan pada barisan kolong yang akan kudesain sendiri.Terlihat pembangkang dari yang ada,sebenarnya hanya terlihat indah dan boros kertas.Ketergesahan lembar demi lembar dan minimnya mutiara kata cinta yang ingin dituangkan menjadikan semuanya akan bergulir dengan kepingan kata cerita refleksi dan kertas notes mini berlabelkan gambar hati dan kupu-kupu.

Inilah sebabnya aku memulai aktivitas pikirku untuk membongkar setiap tumpukan kata yang pernah disusun.Dari kata jenaka hingga kata contekan dari sinetron dilan hingga roman picisan,aku mengenali mereka yang membawa kisah dan waktuku kubawa ke tetangga sebagai bekal tuk membangun cinta.Disinilah kami saling mengenal dan mendukung dalam setiap tapak,aku berkaca pada kata yang akan mengahantarkanku pada pergolakan hati yang membahana.