Bening Yang Masih Setia

Gambar:foto pribadi

Semenjak kaki mulai digeserkan sedikit menjauh dari zona nyaman.Aku menimang setiap sisi yang melingkupi,sedikit melotot agar lebih betah meneliti setiap asa yang membatasi.Sedikit jenuh dan gerah akan ketergesahan yang membuat khawatir.

Awal aku mulai menginjak pada rentetan tapak yang pernah diarungi,terlihat ada jejak lain yang beragam.Tentang semangat dan lunglai yang akan menjadi biang tuk berlajuh pergi.Sempat ada kegiuran untuk berpaling dari muka yang meneropong,antara kita yang ingin maju tuk merubah.

Saat itu aku masih saja mengintai setiap pergerakan dari lingkaran karet pelumat besi putih yang membawa jauh ke tempat ini.Tempat yang hanya tiga dekade waktu kita berkicau kisah.Melukis beribuh kenangan yang mungkin akan diceritakan kembali oleh dia dan mereka.

Butiran bening terus mengalir membasah tanpa adanya sebab dan musebab yang cukup relevan tuk didefinisikan.Ada ketakutan dan keseganan yang ikut membanjiri ubun hingga pori tubuh lain.Mereka yang lama kulihat namun baru kedekati untuk bisa bercengkerama bersama di bawah payung pergerakan.