Kepada Malam

Kompasiana.com

Aku ingin bernasar pada setiap keluh seorang penikmat senja yang murung oleh malam merenggut senja.Ada suara-suara yang pernah meneriaki hati tuk bisa tersinggung.Itu semua telah kuanggap mimpi yang belum sempat terekam hingga aliran darah ikut mengumbar keraguan.

Kembali kukatakan tentang ketelanjangan yang membuat mata tak ingin menepih.Tangan ingin meraut serpihan kain yang menempel pada depan pinggul.Ingin kugenggam dengan erat dan akan kurasakan debaran hasrat oleh kuping yang labil.

Aku ingin memagut malam itu seperti naluri yang liar memagut bayang dan hayal.Seperti penikmat kopi yang lihai menyentuh bibir cangkir hingga tak pernah lepas pada ganggang cangkir.Aku tak ingin kita hanya bersua pada saat ini saja namun tetap untuk esok.