Ada Celotehan Gerimis

Hipwee.com

Suara jadi senin kamis tuk ingin didendangkan bersama gerimis yang ikut berdentang.Desahan yang haampir tak didengarkan lagi dengan jelas terbungkam oleh cerita yang menikam.Tentang rindu yang tak kesampaian diumbar seperti kecap bango yang tak mengingkari.

Setitik dari goresan raut wajah di bayangku terus terlihat.Kelopak mata lupa digerakkan karena ada suara pengganggu yang membisingkan dahaga.Sedikit demi sedetik kata yang ikut menegaskan kemunafikan rasa yang membopeng.

Kami tak saling bersama saat itu namun rasa tak pernah ingin pergi walau buah bidara tak mungkin biji dua.Tentang kemelut yang menggumpal bersama adonan cinta yang sedari tadi dipoles oleh tangan lembut miliknya.Kini aku masih terduduk pada posisi yang tak seindah pengantin di pelaminan,namun setidaknya aku mampu mengumbar celotehan yang akan menyejukan hati yang gersang.

Sempat ada lelehan cairan susu yang dilepoti pada bibir bocah tetangga kamar.Menjadi kegelihan yang memuncak untuk waktu yang membeku di gerimis terik.Mungkin akan datang pelangi jika ada perpaduan yang membias,begitu pula cinta yang didesak tuk memagut dalam bayang nyata.

Kata mimpi kita yang terbuai namum tidak dengan hati terdalam yang ingin digebuk janji.Akan kukabari pada langit yang tak selalu biru bahwa kita butuh gerimis agar celotehan kita dapat terlarut.Kita tak ingin malam hanya senyi dan bayang hanya rentetan kata yang akhirnya disapa pemberi harapan palsu.