Cinta Tanpa Kejujuran

Hipwee.com

Bernostalgia pada kisah yang belum tuntas terungkap,kata panggung drama apa yang mesti dikatakan kita mesti katakan.Namun itu semua hanya kalimat penghias yang menurutku tak berfaedah dan basi.Orang sepertiku tak butuh kalimat bijak,karena semua itu akan membuat muak dan muntah.

Sungguh dramatis sekali jika orang baru yang mengenaliku dan terlanjur mengada-ngada tentang siapa aku sebenarnya.Aku memang bisa dikatakan blagu,namun tidak pada semua kategori kegiatan dan perbincangan.Aku selalu tahu memposisikan diri,kepada siapa dan dimana aku harus terlihat nyeselin.

Pernah terjadi kisah yang menurutku lucu namun membuat baper yang berkepanjangan hingga dia menikah.Jujur aku dikejar oleh gadis-gadis pada saat itu.Padahal aku tidak ganteng amat,namun manis dan tentunya bikin klepek-klepek.

Pernah aku menolak dan menganggap semuanya itu aneh dan lucu,masa masih seumuran SD kelas VI,merasakan sebuah sentuhan cinta yang kurasa tak seindah percintaan anak-anak SMP dan SMA.Namun itulah yang kurasakan saat itu,berangsur waktu membawa kami pada sebuah amarah dan dahaga cinta yang luar biasa.

Aku mengkhianati dia yang menurutku begitu mencintaiku,namun tak kesampaian juga semua cinta itu.Aku berujar cinta tidak pada tatapan mata face to face,namun melalui perantara teman ( jembatan ).Menurutku ini masih kategori cinta tanpa kejujuran,karena tidak secara bibir berdua berucap jujur.

Semua itu,kini berlajut kembali saat dunia berkata pantas namun hati berujar malu dan takut ditolak.Apakah yang membuat semuanya dapat kita gambarkan dalam fenomena cinta abal-abalan dan pengecut.Namun sesungguhnya waktu belum pernah berunding denganku tentang rentetan kisah yang semestinya kami goreskan tentang dirinya dan diriku yang belum bermunculan tuntas ke permukaan.