Jaket Lampiasanku

Lazada.co.id

Malam itu entahlah yang kesekian kalinya diriku masih ingin bersama dengan malam yang mengajariku arti kenikmatan yang sesungguhnya.Dilumati saat malam masih meniduri mimpi yang tak seindah gerakan sepoi yang mengagetkanku.Terasa sesuatu yang menusuk pada sumsum dalam terdalam yang tak pernah kuketahui sebelumnya.

Tentang sebuah syarat yang masih terus terngiang dalam benak.Motivasi yang sejak kapan dan hingga kapan dapat kuhempaskan.Menikmati lumatan pada setiap ujung hingga pangkal dari ketergesahan yang menggiurkan.

Mungkin yang namanya tak mau ditampari kasar selain indah disalimi dengan rotasi tegangan yang mematikan.Bibir yang menari begitu sempurna hingga malam yang kupuja telah amnesia terekam.Dari jedah yang cukup panjang tanpa disandingi dan akhirnya terasa kembali dengan beribuh rasa syukur dibarengi penyesalan.

Tak wajar atau belum pantas kualami kisah ini.Hingga rotasi rembulan malam tak dapat memancari sinar indahnya.Kini sudah kumulai baru ceritaku tentang sepenggal hasrat yang masih tertundah.

Menemani malam di bawah pohon beringin depan sekolah.Malam yang mengajakku bertamasya bersama gombalan manis untuk membuka aibku.Aku tak ingin pergi untuk sejengkal karena kata belum bersua.

Jaket milikku disayembara bersama ajakan menakam malam dalam pagutan bibir dan tembakan peluru dor.Tentang mereka yang pergi untuk menimang subuh pada butiran embun yang bertengger.Ada pelukan hangat dan bualan manja sambil membujur guling.

Sesekali tangan meramas lekukan dan memijat batang dan lubang hasrat.Desahan dan rontahan manja yang memecah keheningan malam berdua.Lelehan embun baru yang perlahan diteteskan menemani benang sutra jaket milikku.

Aku tak kuasa menjajaki jaketku yang selama kupuja harum mempesona.Berubah drastis hingga muntahpun tak pernah kudiskusikan dengan naluri sahabatku.Haruskah aku marah dan meneriaki malam tidak kuturuti ajakannya atau membuang jaket mahalku pada comberan belakang rumahku ?