Kepada Mentari

Erabaru.net

Hari baru di awal kata dan mendung beruntun.Raga dan hati tak saling bersua mesra dengan tubuh yang membatu.Lemas dan kegerahan menyingkapi diri hingga tak mampu kudefinisikan dengan rasa yang barangkali paling hancur dan retak.

Tangan menggenangi lengan yang berkata enggan dan punggung menyapa keresahan yang berirama menyumbat semangat.Aku tak mampu berdebat dengan adegan nyata yang kadang merisaukan mata dan hati.Hanya tertegun pada dekapan kehangatan yang memusingkan.

Namun aku hanya ingin berkata mengenai dereran kata yang membuat raga membisu.Tentang penantian yang pasti pada kata indah tetapi apakah itu tertuju padaku.Hanya anggukan yang teledori oleh tak habisnya bayangku.

Aku ingin mengatakan bahwa mentari menyadariku agar berpikir tentang sebab dan akibat kemudian mencari solusi.Cukup ini perasaan yang ngawur dan hawa yang memanasi tubuh menjadi tak keruan.Namun aku tak ingin terjadi pada hubungan cinta dalam diam kita yang membuat gerah enggan saat bertemu dan beradu pandang.