Kaki Yang Melayang

Tak perna seumurku ingin menyalahkan hati dan diri yang keliru.Perasaan menggebuh saat kamar menjadi tumpukan kepengapan dan otak tak lagi segar diajak berpikir jernih.Hanya kemarahan dan amarah yang dapat bersahabat saat itu.

Aku mencoba berfantastik dengan aktivitas bahagia menurutku.Dimana isengan menonton FTV sebagai pelarian di kala jenuh menghampiri.Senyum-senyum sendiri sambil kaki digerahkan sebagai kreasi baperan.

Demikian aneh dan gila ketika orang baru yang pertama melihat dan mengenalku.Ada saja kesempatan untuk mencari kesalahanku,sepertinya baru pertama.Hanya ingin aku daraskan pada kata bangsat untuk mengakhiri penjelasan lebih lanjut.

Jujur aku bukan seorang yang pandai beradu fisik,namun apa kata manusia lemah dan apatis sekalipun dapat berdehem geram ketika dipancing.Saat itu,pikirku kaki akan sedikit kumanjakan pada tamparan pipih.Hitung-hitung atraksi seperti film Jakatingkir.

Kira-kira begitu ungkapku agar tak perna aku luapkan pada kata lain yang tak sedap kita revisikan.Kata orang aku banyak butuh penyaring agar tak mudah terpancing oleh segelintir kata yang tak patut diperbincangkan.Namun mungkin aku juga banyak belajar tentang hati fisik yang tak menyakitkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s