Haruskah Demikian

Mengenai kisah di sore yang kelabu,hati dirundung kemelut zaman.Tentang sindiran yang menyiksa batin pada sudut rasa yang sedang bermadu.Apakah harus mengetahui setiap jenis perfilman dan tokoh-tokohnya agar terlihat modern.

Perna dikatakan oleh leluhur untuk menghafal nama-nama pendahulu yang berasa pada zamannya.Namun tidak demikian dengan diriku yang lahir dari lingkungan yang kurang gaul.Demikianlah diriku saat ini meranggas memerah seperti sedang ujian akhir.

Merasa diri saat itu tidak berguna adanya dan akhirnya lelah ingin berkata ia dan tidak untuk melangkah.Haruskah aku berhenti disini untuk berkata selamat pada dunia bahwa diriku kalah ? Bukannya kesuksesan ada pada diri yang mempunyai jalan dan keuletan yang hampir tidak berlainan arah ?