Jemari Terbersit

Gelang tanganmu yang gemulai memalingkan bersitan egonya senja yang tak lama bertamu.Dirimu pandai menjinakkan suasana yang kelam tentang hati yang belum statis.Aku ingin menimangmu dengan gayamu yang unik.

Selalu membuat mata hati tak banyak berujar tentang seruput kopi pahit yang berasa.Inginku genggam jemarimu dan kudekapkan pada dada bidang agar rasa dapat merasuki nalurimu.Mungkin juga senja akan berbisik pada angin penyambut malam tentang hangatnya jemari yang menyatuh.

Kusatukan tanganmu pada tanganku agar cahaya singkat senja dapat menerobos celah jemari.Dan kita akan menandingi setiap lekukan pada kelopak mata yang teduh.Kita bersua dalam harumnya kopi dari kedai tetangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s