Gerah Yang berbisu

Malam yang riuh hingga keringat bermuara pada pori-pori tubuh yang lebar.Aku masih ingin mengubah hati yang baperan dengan ketebalan rasa yang berujar.Aku terbuang ke dasar jiwa yang pengap hingga matilah jalan terbaik yang dipilih.

Semua itu agar aku tak akan pergi dari hatimu.Hanya dirimu yang akan membuat tubuhku bergerak leluasa untuk memuja langit senja dan dunia yang lama kuimingi.Dunia berkisah hanya dengan dirimu dan diriku seorang tanpa ada mata lain yang ingin melototi.

Kata orang mata dapat berbinar dengan kediaman yang paling aman.Dengan menemukan dirimu tertawa sendiri di saat tak ada yang meresakannya.Mungkin itu hanya diriku yang pertama melihatnya dan mungkin juga untuk yang terakhir dalam tapak kita.