Aku Bergumam Dalam Riuh

Saat jejak kaki mulai menempel pada porosnya yang kaku.Tak legam setiap mata yang dapat menerobos setiap celah kedengkian.Aku ingin pergi menepih melalui hiruk-pikuk yang kata orang dapat mengganggu pikiran heningku.

Pergi jauh hingga lupa menjadi biang pengecut tentang jaraknya yang terlampau jauh.Aku meranggas kekalatan jiwa yang riuh tentang kemolekan dunia yang menggiurkan.Sekedar menemani diri yang lama tak disuguhi ruang hening tuk mengenang nostalgia.

Tentang refleksi panjang yang akan kudiami pada diri yang haus.Aku menjadi ingat tentang hidup yang akan aku tiduri sehabis malam kesendirian punah.Mungkin aku kembali lagi pada nostalgia atau akan berpapasan dengan senyum manis yang akan kucumbuhi.Juga tentang raga yang haus semenjak dunia tak ingin berujar tentang kejujuran hati yang menumpuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s