Malam Kelam

Jika malam ingin berpamitan dengan redupnya rembulan malam.Aku masih ingin meneropong piluh pada bangku tua taman remang.Lampu taman saat itu menjadi hiasan hati yang gempita.

Malam itu semakin ego membaca seisi dunia malam sunyi.Hanya aku yang ingin bersahabat dengan remang-remang jalanan kota yang semakin melarut pekat.Ada jejeran para pemadu malam yang bercocok hidung pada porosnya.

Mereka menambah malamku semakin larut pekat yang tak mampu kubiaskan dengan bersitan sinar.Aku hanya ingin menggoda malam itu agar noda dari bintik pekat malam dapat kecumbuhi.Mereka tak sedikitpun perna merasa ada diriku yang birahi memagut.

Akankah semua ini akan berakhir dengan tanya yang berkepanjangan ? Malam yang tak perna berbisik tentang lantunam sajak puisi malam dalam dahaga yang kehausan.Dan akhirnya aku menyerah dengan guyuran bisingnya dedaunan yang berisik disapuh angin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s