DIA

Langkah tertatih kuarungi bersama suara itu.Merengek akan luka dan suka yang mungkin tidak seimbang.Perna kupikirkan tentang rasa yang linglung akan DIA namun pasti buat dia.

Kupergi dengan raga yang ambigu,oleh sosok kekasih mimpi dalam bayang bahtera.Aku dilingkupi duka akan tapak kaki yang kupacungi.

Tentang sebuah nama yang memanggil.Mungkin saja DIA telah mengenaliku seperti cerita Yeremia.

Ahhh…

Entahlah hanya penenang rasa yang gersang.

Pagi ini kuterbangun oleh mata melek yang digenangi oleh beribuh emosi.Tentang diriku yang dititipi Dia pada wanita setengah baya itu.Aku dibawa kasih oleh langkahan dan sentakan.Aku telah melek dan berdiri tegar.

Namun bukannya sekarang aku telah pandai memilih untuk bercinta ? Cintaku pada DIA yang menyapaku lewat kisah unikku.Namun kukatakan terima kasih untuk dunia atas pijakan,cibiran dan support buatku dalam mendewasakan cintaku pada DIA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s