Titik Terakhir

Dari kata gombalan dan perhatian yang berlebihan membuat raga dan nalurimu berontak menjauh.Aku sadar dengan semua intervensi yang beruntun dan kadang sok tau semua itu kuterima dengan terpaksa.Dan semua itu kurasa cukup dan ingin pergi menepih dalam gua asumsiku.

Menerobos sekat kekekangan yang membuat diri tak mampu berujar jujur.Bukannya cinta itu perluh perhatian dan gombalan agar tak jenuh kita menatap ? Namun itu tak berlaku untuk dirimu yang membuat hati terkatup menggigil.

Hingga kapan aku terlenah dalam tumpukan kata tanya dan kebingungan dengan rasa yang bertunas ? Dan inilah waktu yang tepat untuk kumerangkum semua puing-puing rasa agar tak berserahkan dan kemudian terinjak.Aku takuti tentang keteledoran dirimu yang tak mampu merespon semuanya.

Sudahlah,sampai disini kuberjuang.Aku mencoba pergi dan tertidur lelap dan berusaha menghibur diri dengan aktivitas monotonku.Aku lelah menunggu kata dari waktu dan rintihan salju yang menggumpal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s