Kumbang Madu

Polesan wajah dari dandananku yang belum usai kuriasi.Aku ingin dirimu ada dalam setiap lekukan dadaku.Dan melihat wajah kusamku yang remang.

Aku mencoba menagih janji tentang kiasan katamu yang membuat kelopak mata tak ingin kukatupi.Inginku merebah dalam sajian puitismu yang berbusa.Dan ingin pula kau genggam tanganku,agar jemariku bersua dengan imajinasimu.

Aku wanita pemadu dalam hausmu,namun bukannya aku berhak menuntut rasa padamu.Aku terlanjur memanisi tubuhku dengan dengan lumatan bibirmu yang lihai dan berkompeten.

Aku ingin diriku kau tiduri hingga lelap mataku dan matamu dihempaskan.Namun tidak tak kesampaian ujung kataku ini,aku sedang bermimpi.Kamu milik dia yang sempurna dari diriku yang hanya mengais rejeki dari episode ini.

Aku tak ingin merubah tangisku yang telah membeku.Aku tak bisa memaksamu untuk memilikiku,aku hanya wanita pemadu,namun bukannya aku berhak memilikimu ? Kita telah lama berkencan,hingga lebar vaginaku kau siami dengan lima jarimu.

Ini milikmu,aku hanya mengontrak rentetan liur yang belepotan.Aku mencoba berujar tentang kisah awal,dimana aku merayumu dan kita bercumbuh.Masih ingatkah bahwa saat itu,aku masih berdarah ? Dan setidaknya dirimu telah lama bersarang pada kembangku dan sari maduku telah habis sedot dirimu.