Penyeduh Kopi Tak Menahan Rasa

Tentang nama dia yang akhirnya kurelahkan dengan orang lain demi seorang sahabat.Aku membuang rasaku padanya jauh dari dasar hati dan tak pernah akan terekam lagi oleh dunia mimpi.Aku tak pernah jujur tentang rasa ini sebelumnya tentang dia kepada sahabat,sesungguhnya sudah lama kumenaruh hati pada dia sebelumnya dirinya.

Namun semua itu tak rinci dan terangan kukabari.Hanya celotehan yang memainkan kata agar kecemburuan itu tak diperdengarkan oleh mata dan hati.Inginku menyapa hati yang sakit oleh kebohongan dari bersilat lidah.

Semua telah berlanjut hingga kata darinya tak mampu membendung rasaku pada dia.Dirinya hanya mengandalkan kepekaan dari dia,hingga aku berontak mengingkar.Aku tak ingin dia disakiti oleh dirinya yang pengecut oleh rasa dan kata.

Dia pantas dihargai karena cintanya tulus dan tak perna mengingkar.Dirinya memaksa dia tuk berterus terang dan membiarkan waktu yang berpihak.Aku tak respek dengan sikap cemen demikian,bukannya dia hanya merespon dari kata dan tanya ?

Maaf untukmu yang bernama sahabat ,aku tak mampu berbohong dengan kepura-puraan ini.Aku harus mengatakan ini,walau dia menolak.Namun setidaknya aku harus katakan agar hati tak membengkak akibat rasa yang terpendam.Aku mencintai dia dari sekadar yang orang bayangi.

3 thoughts on “Penyeduh Kopi Tak Menahan Rasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s