Tak Ada Kata

Sejujurnya aku ingin katakan tentang rasa awalku padamu,pada senyum yang tersimpul dari tulusnya hatimu.Sapaan saat itu yang membuat diriku tak perna melupakannya,sungguh membuat debaran pada hatiku.No Ganteng,yang keluar dari alunan melodi kata yang terucap oleh bibir merah muda milikmu.

Tak kusangka semua terus kita rajuti tanpa disadari.Pergulatan dari hati yang berdebar,tentang polemik rasa padamu.Aku mencintaimu dengan caraku,namun mengapa doktrin memaksaku untuk menguburi cintaku.

Namun janganlah kamu menilaiku pengecut dalam cinta dan rasa,sesungguhnya ada kata yang dapat mewakili.Kembali lagi rasa ini,terngiang kembali dari sudut hati kecil,kamu titipan buatku yang harus kumiliki dan kujaga.Tak ada hari yang terlewati untuk memujamu dalam setiap bayangku.

Ini bukan gombalan namun tentang keterbukaan rasa.Ingin ku bersamamu dalam tawaku dan tangisku,hingga kita lupa bahwa tetesan itu menodai putihnya cinta.Membelai rambutmu,dan mengecup keningmu saat mimpi indah memculikmu dalam guanya.

Bukannya kita telah mendahului subuh dan senja untuk memahat pagi dan malam ? Bukannya kita merasa memiliki namun tanpa status adalah hal yang telah kita rundingkan dalam nadi diam ? Dan itu yang terbaik, sekarang waktunya kita hanya bisa mengerti tentang waktu yang tak perna mengkhianati amarah yang kita tapaki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s