Bertamu Pada Bukit Senja

Aku bergegas dari balutan egoku yang kian besar merampas nadi bahagiamu.Aku tahu,dirimu telah lama menunggu pada batu lapuk itu.Tempat dimana dirimu terpagut oleh hasrat penasaran,bahwa senja selalu berkisah tentang sempurnanya pencipta.

Kamu bertamu pada bukit garapan nenek moyang,yang mengabari beribuh kata juang pada masa depan.Disana pula ada beringin,tempat kita duduk menari benang rasa tentang butiran debu yang masih lengket pada sepatu tua.Aku sempat mengibasi hitam rambutmu yang berhembus bersama sepoi.

Aku memulai kisah tentang luka dan sukaku yang lama tak kukabari.Tentang kesibukan yang tak mengabarimu,namun tahukah kamu cintaku padamu bukan dengan cara yang penat.Aku katakan juga bahwa mencintaimu perlu ketegasan dan kesabaran,karena dirimu mengandung teka-teki silang yang memberi kesan.