Reuni Sepi

Aku tak mampu menjulurkan lidah seperti sediakala,dimana dirimu tak ingin pergi dariku.Bibirku yang dulu selalu kurawat dan merona dipandang,tak lagi terpancar.Aku sulit membasahi bibirku kembali,aku trauma dengan semua itu.

Kamu pengecut,hanya sebentar membuat berkilau dan pergi meninggalkan pori yang pecah.Tahukah dirimu,ketika lidah ingin melumati bibir kusam,hati ini terasa perih.Mungkin butuh waktu yang panjang tuk berdamai dengan naluriku.

Sekarang aku hanya menangisi bibirku yang tak lagi murni,hanya dibaluti lipstik yang tak lagi memerah.Aku malu dengan semua kekalutan hatiku,yang hanya membuat diriku dipagari bintik serakah.Lidahku yang liar tak lagi ingin mengecap kopi pekat kesukaanku,sekarang semuanya telah hambar kurasa.