Jejakku Diraut Kembali

Dia dengan berani menyapaku melalui inboxan di FB,kaget juga meraskan itu.Jujur aku baru pertama merasakan itu semua,karena menurutku orang yang tidak kukenal pasti tak berani pula denganku.Namun semua itu tak demikian bagi dia,seorang mempelaiNya yang lazim disapa suster.

Dia berkata tentang kataku yang selalu berkisah pada layar terbuka,semua mereka adalah penikmat.Mungkin saja dia seorang pencinta kopi,hingga kata dari rasa dikecap dengan tegukan yang indah.Dia berujar tentang langkahku,karena aku memberinya tanya.

Semua itu,kembali membuat hati kecil menyuak rindu pada tapakku.Sudah jauh dan singkat rasanya ketika aku berada di zona aman saat ini,menurutku.Namun kita dia,tidaklah kamu melangkah maju,bukan harus kembali memungut kisah.Semuanya tidak mudah,jika nalarmu tak sepaham dengan alurnya.

Memang benar kata dia,aku juga dirasut kemelut tentang kebimbangan yang memuncak.Tentang sebuah rute yang panjang dan berkelok-kelok.Tentang sebuah usaha yang ekstra untuk membalikkan kepercayaan orang tentang keseriusanku.Semuanya begitu sukar,dan hingga kini aku belum sepaham dengan nadiku.