Mata Yang Terbuai

Seyogyanya,aku baru sadari tentang negeri yang indah.Jujur rasa haru bercampur kekaguman yang memuncak membawa naluriku bercengkerama bersama alunanan dedaunan.Aku dikibasi dengan kedamaian dan kesejukan,semenjak raga dikurung oleh kemelut ego dan zaman.Aku bangga dengan waktu yang tak ingin musnahkanku dalam tapak dan semilir angin sepoi.

Aku dimanjakan oleh kediaman hasrat yang telah bersetuh oleh alam.Alam menjanjikan dan mengajariku tentang artinya menyapah dan berbagi kasih.Kasih dari tangan yang tak ingin memehat kedengkian menjadi benci.Keluarlah dari tubuhku,aku ingin berkecimpung bersama kicauan dan semerbak harum makhota bunga.

Kata kakekku,tanahku adalah tanah surga dan subur.Aku baru ingat ketika ini, lama kucari dari setiap kota dan desa.Tak kutemukan seabrek kemiripan,disana hanyalah barah yang memanasi darah kasih serta anggur cinta.Inginku bermalam di sini,untuk merasakan keagungan dan ketakjuban alam ini,aku haus dengan kisah dulu yang berkisah tentang tanahku berkelimpahan susu dan madu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s