Goresan Hati

Masih ingatkah dirimu yang sekarang tak lagi ramah kusapah.Aku masih segar dan tak mungkin aku lupakan tentang kisah kita.Bibir pantai dan pasir putih menjadi latar kita memadu cinta.

Aku memelukmu lekat dari belakang tubuhmu dan kamu membuatku jatuh.Ada tawa yang selalu terlukis dari celah gigimu.Gingsulmu yang selalu memikatku untuk bertamu,lewat gombalan lidah.Tentu rasa itu menjadi penikmat dalam terik dan semilir angin.

Rambut ikalmu yang sengajah dibiarkan berantakan,ingin kurapihkan namun sebenarnya rapih itu tak romantis.Aku meraihmu dan membawamu berkelana diantara gelembung putih deburan ombak.Kamu membiarkan tubuhmu kugendong,dengan semauku.

Kita tak menyadari tentang teriknya mentari saat itu.Hanya kesejukan yang kita rasakan,bak tiang awan penyokong dalil cinta kita.Mungkin inilah yang dinamakan cinta itu sempurna jikalah kita memanasi tubuh telanjang dengan kesederahanaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s