Kabut Rindu

Gelap bertaburan semrawut pada atap genteng.Tak ada kisah tentang akhir dari rindu.Ego yang selalu berkecamuk dan tak ingin mengelak dari rasa yang mendidih.

Aku lelah dengan rasa rindu yang selalu kau cerahkan dari bayangan sadarku.Aku telah berusaha untuk melupakannya,namun tak kunjung sirna dari hadapan.Kemana aku harus melangkah hingga rindu tak lagi menyapaku.

Aku benci tentang rasa rindu,aku benci dirimu yang pergi tanpa kabar.Kamu lupa dengan dosamu yang telah terjadi,yang membekas pada pori jiwa.Kamu telah mengingkari janji tentang rindu pada rintik hujan,yang mengisah.

Mengisah tentang kau dan aku berbalut mantel di kala guyuran hujan.Tentang cangkir kopi yang kita teguk bersama dan tentang pop mie yang kita menorkan pada lidah birahi.Namun ingatlah bahwa waktu akan menepati cumbuhan kita pada kaca jendela,agar kita kembali bertemu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s