Mengurai Lelah

Tak dapat aku sesalkan selain memujamu dalam sajak kata.Aku tak mengelak dengan semua rasa dan kata yang membuat lelah menggunung.Lelap dan lelah adalah senandung mimpi dalam tidur yang panjang akan suatu pertemuan rasa pada dia yang kuperjuangkan.

Aku menarik napas pada malam yang senyi dengan semarak kisah yang tak lagi kuimingi.Aku ingin pergi dari kata lelah,hanya untuk mengais kisah baru.Namun semua itu,tak mampu aku lupakan.

Sesungguhnya lelahku karena memikirkanmu,aku tak ingin seorangpun bertamu pada hatimu.Aku ingin hanya aku yang mengisinya,dengan segala juta hasrat cinta dan lelah.Aku memandang mata teduhmu yang membuat mata lain tak sulit berkedip.

Bolehkah aku mengajakmu pergi di malam ini.Jika mau lelahku dapat terbayar,aku tak mau semuanya membuatku tak berdaya oleh kecemburuan.Aku membawamu pada sebuah taman dimana lelah orang-orang dapat dilunasi.

Aku ingin memberimu kembang yang bermekaran saat malam melepas subuh.Tentu akan ada rasa haru saat kita saling mengecap pada kelopak yang sama.Aku ingin kita terbuai dalam mimpi yang sama dan terbaring pada alasan yang sama.Kamulah alasanku kumengurai lelah dalam malam pekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s