Inginku Mengajak Bernostalgia

Aku termenung pada belaian pertama di bawah benalu pohon yang rimbun.Ada kesan yang menggeliat di dalam rongga tubuh,hingga lupaku katakan permisi pada semesta.Denga tergesa-gesa kain pada tubuh itu dicopot dengan hati-hati.

Aku meneguk pemandangan di depanku dengan birahi cinta kasih.Aku lupa pada pesan malam kelabu tentang malam yang selalu berpihak pada rangsangan.Kamu pun pasti lupa tentang tolakan pertama yang pernah terlontar saat pertemuan pertama kita.

Aku tak menahan magnet cinta ini,dan tak kuasa menolakmu untuk berseteruh pada dada yang bidang.Lembut tangan dipoles pada buluh-buluh segar bak dimandikan anggur asam dari Yerusalem.Tentu semua ada kenikmatan di kala embun malam sempat menjadi penyempurnah setiap tarikan pada bibir haus itu.

Inginku mencuri senyummu tanpa kata dan kusematkan pada kedalam jiwa yang sedang kita rapatkan.Aku padamu tanpa spasi hingga kita tak tahu berapa lama kita berdua.Kita lupa juga tentang berapa larut malam ini,hingga hanya jago ayam yang bersahutan tanpa suara lirih jangkrik.

Kita bersatu hingga berlanjut pada penantian yang indah.Hadirlah suara mungil darimu,dia menangis dan kita tertawa lebar.Dia akan menjadi buah hati yang memberi keindahan dalam hidup,tak seperti malam kita kala itu.Dia tumbuh dan semoga tetap melangkah tanpa harus mundur,seumpama pion catur yang kecil namun tak pernah mundur dalam melangkah.

Kerjarlah mimpi,kita selalu ada buatmu.Selamat berulang dalam waktu yang tak lagi seindah dulu.Carilah kehangatanmu dalam mengarungi hidup,seperti dulu kita menggendongmu agar tidak dinginlah tubuh mungilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s