Aroma Itu Sedap

Kesadaran tak memudari senyumku pada dunia.Aku ingin berloncatan seperti anak-anak kecil yang berkejaran di pematang sawah.Aku ingin menikmati aroma itu,aroma khas dari perseteruhan antara tangisan langit dan barahnya tanah kemarau.

Aku kuseduh seumpama kopi pekat buatan Ibu di meja tamu.Kopi milik ayah yang selalu menjadi penawar rindu pada majalah kusam.Mungkin saja majalah nostalgia zaman muda dulu,dimana ada cerita di bawah guyuran hujan November.

Aroma tak semanis oreo dan seharum kopi ABC.Aku tak kuasa menahan rindu yang pernah kita alunkan melalui petikan gitar.Lagu dingin di derasnya hujan dan kemesraan yang menjadi pencintraan kita di baranda rumah.Bolehkah aku menenun semua kata kita yang teruraikan seirama sentakan rintik hujan pada genteng ? Agar semuanya dapat kita suguhkan kelak dimana waktu mengajak kita bersama bernostalgia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s