Raga Yang Kehausan

Malam itu menjadi kisah sedih dan aneh dalam kelamnya dunia.Aku ingin memejamkan mata agar tak melihat semuanya itu.Aku tak dapat memahat dan bahkan ingin terbang jauh.

Aku tak pernah lupa untuk mengocok keras dan rutin hingga selerah itu kembali stabil.Hingga kapan semua akan berakhir dengan rasa yang menggebuh ini.Bingung adalah pelarian yang paling narsis buat si pembual dahaga.Inginku dirasuki oleh raga yang membocorkan kemelut birahi.

Imingku yang selalu mengejek pada diri yang tak puas akan segala yang romantis.Selalu saja mencari pemuas dari pelumat senja kesendirian di kelamnya langit mendung.Aku seperti hidung belang dan jalang murahan yang selalu mengabrek diri demi kenikmatan sesaat.

Sampai kapan semua akan lenyap oleh komitmen hidup yang sesungguhnya.Jika masih ingin bebas,mengapa harus mencari yang sempurna ? Lalu kapan dahaga kemarau ini,dapat disiami dengan kesejukan hati yang tulus ? Entahlah aku harus merangkak kembali pada danau asmara yang tak pernah berkhianat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s