Bisiklah Pada Malam

Depan beranda,aku memanjakan mata yang telah buyar oleh pedih.Aku memarahi malam yang tak lama memberiku ruang untuk memujamu lewat senja.Mengapa ? Karena kamu adalah senjaku yang pernah menerangi diriku di bukit kembar.

Kita pernah bercumbuh dan beradu pada lengan tubuh mungilmu hingga senja menjadi begitu merona.Kamu pelengkap senja,maka aku memuja senja di kala jarak berpihak.Aku rindu pada bibir senja yang telah menggit malam hingga malam mengaku kalah.

Aku tahu kamu telah lama menunggu bisikanku,namun aku lupa mengatakan itu pada senja.Maaf jika malam ini yang menjadi mediator cinta dan rinduku padamu.Aku pandangi bintang namun tidak seindah lirikan matamu.

Aku ingin berbisik pada malam agar,kita bisa kembali mengulang kisah kita.Mungkin malam akan menemani kita hingga terik memangsanya.Kita akan berbinar laksana biasan mentari di selah butiran embun yang bertengger lembut pada daun.Tunggu aku sayang,kita akan bersetubuh dengan malam ini dalam mimpi manis kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s