Aku Tahu Kamu Mengingatnya

Ketika rentetan butiran yang tak pernah mengalah untuk menimbang rinduhku pada kalah itu.Aku masih dipusara yang sama dan kamu di pusara yang berbeda.Aku merindukanmu saat jagung muda menjadi santapan kita di kalah dingin mencekam.Kita dengan jari jemari menyulam semua hidangan dengan mesra.Sekali kita beradu pandang pada tetesan air langit di atap kita berteduh.

Kamu telah memberikan beribuh kenangan tak habisnya aku kenang.Sekiranya pusara kita masih sama,aku ingin menceritakannya padamu walau lewat telephon.Namun sekarang tidaklah demikian,sejujurnya aku ingin hal ini dapat kita ulas kembali di hari depan.Namun semua itu hanyalah rinduh yang mendalam mimpi piluhku.Aku tetap mengenang itu,dan saat ini ingin ku beritakan pada dunia bahwa aku rindu padamu.

Entah kamu telah berada di pusara mimpimu untuk mengajakku berkencan malam atau tidak.Namun aku rinduh kamu berkencan denganku malam ini dalam mimpi ini.Kita pasti akan bernostalgia bersama tentang panasnya api,barahnya yang menambah lezatnya jagung bakar atau apalah itu.

Kamu wanita yang tidak perna habis kreasimu untuk memperindah hari-hari kita.Dimanakah kamu sekarang,aku yakin kamu sedang menatapku dari kejauhan yang tak bertepih.Kamu juga sedang menatap butiran hujan yang sama dan sedang bernostalgia.Aku rindu pada senyum dan jemari hangat dan lembutmu yang merawatku dengan penuh cinta.Kamu adalah ibuku yang tak sebanding dengam kasih seorang ibu penyusuh lainnya.Bahagia di surga bundaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s