Tak Bertuan

Sebelum aku mencoba mengetuk daru kejauhan pandangan mata,aku memberikan alarm dari secuil kisah,kita bercumbuh pada kata yang sama.

Kita mengelitik kata demi terangkai sebuah bait indah yang mengeruput kopi senja.

Izinkan aku bertamu hingga larut malam,kita akan bersaksi tentang ribuan kilo dan tonnya kata yang akan menggoncangkan bumi.

Kita akan disugukkan secangkir kopi dan sebait puisi yang akan menggairahkan malamku yang penuh asmara.

Asmara kata yang tak bertuan,kita semua adalah tuan rumah dalam dinding rima dan prosa kita.

Kita akan menyaksikan beribuh mata yang akan memangsa kata dalam artian makna merdeka.

Ya,kita akan merdeka,jika kita memadu kata dalam berjuta bait yang akan menyatukkan Nusantara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s