Jejak Guru

Harimu rasanya hampa dan penuh duri saat semuanya terbungkam oleh kemalasan dan membiarkan diri ini berajut karya.Mereka mungkin menganggapmu pembantu yang dibiarkan bekerja sendiri,namun janganlah demikian kamu merasa rendah.Gurumu yang telah menggariskan itu bagimu,hendaklah menjadi pelayan bagi sesamamu karena kamu akan disebut pemimpin.Tidaklah demikian aku merasa marah dengan sikap mereka,aku diberikan beribuh alasan manis yang kadang membuat tulang lidahku bersilat.

Sejujurnya aku telah lelah dengan semua itu,aku tidak bisa terlalu lama memendam rasa marah itu.Bukannya ketika logika tidak diindahkan maka tulang akan dipergunakan.Prinsip yang demikian tua aku cumbui pada bibir pendahulu yang keras.Mereka akan berkata sedikit namun tulang akan lama bekerja.

Apakah aku harus menyesal dengan keputusan dulu.Menerima hadirnya mereka yang malas hanya banyak mengeluh.Namun membanggakan diri sendiri sebagai yang terbaiklah yang mendomonasi hingga kita pun lupa berkata bohong.Namun apakah kita harus berkata itu pada senja agar hati terus menerima kenyataan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s